Mengapa Minuman Bersoda Ketika Dibuka Mengeluarkan Buih dan Berdesis?

Posted by



Pada Saat membuka soft drink atau minuman ringan bersoda, hampir selalu muncul buih dan suara desis yang khas. Kadang dengan sedikit goncangan, akan terbentuk buih dan desis yang lebih banyak hingga meluber. Mengapa itu terjadi

Dikutip dari laman detik.com, Pakar gizi dan pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Made Astawan menjelaskan bahwa buih tersebut berasal dari pelepasan gas CO2 atau karbondioksida sehingga disebut juga sebagai reaksi karbonasi. Minuman ringan bersoda menggunakan gas CO2 untuk menciptakan sensasi segar alias semriwing.

Tekanan tinggi dalam proses pembuatan menyebabkan gas CO2 terjebak dalam cairan. Saat kemasan dibuka, tekanan berkurang dan CO2 akan terlepas, lalu membentuk buih dan desis. Jika kemasan dibiarkan terus terbuka, lama kelamaan CO2 akan habis.

"Kalau nggak segera diminum, ya tinggal air gula. Nggak dapat sensasi segarnya," kata Prof Made dalam temu media di Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2015).


Reaksi karbonasi adalah sebagai berikut: H2O + CO2 => H2CO3 (asam karbonat). Terbentuknya asam karbonat membuat minuman bersoda punya sifat asam, dengan pH berkisar antara 3,2 - 3,7. Rasa asam tersebut sekaligus juga menjadi ciri khas minuman bersoda.

Selain dipakai dalam pembuatan soft drink, reaksi karbonasi juga dipakai untuk membuat larutan effervescent. Ada beberapa macam teknik untuk membuatnya, salah satunya dengan mereaksikan asam sitrat dengan natrium bikarbonat (NaHCO3).


IBicara Updated at: 6:36 am

0 comments: